Tugas Penilaian
Hutan
Medan, Oktober 2019
KARAKTERISTIK DAN MANFAAT EKONOMI
POHON LABAN (Vitex
pinnata)
Dosen Penanggungjawab:
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si
Oleh :
Nanda Andini Maulida Nasution
Nanda Andini Maulida Nasution
171201093
Budidaya Hutan 5
PROGRAM
STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS
KEHUTANAN
UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA
MEDAN
2019
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam
kehidupan kita sehari-hari, kayu merupakan bahan yang sangat sering
dipergunakan untuk tujuan penggunaan tertentu. Terkadang sebagai barang tertentu,
kayu tidak dapat digantikan dengan bahan lain karena sifat khasnya. Pengertian
kayu disini ialah sesuatu bahan, yang diperoleh dari hasil pemungutan
pohon-pohon di hutan, yang merupakan bagian dari pohon tersebut, setelah
diperhitungkan bagian-bagian mana yang lebih banyak dimanfaatkan untuk sesuatu
tujuan penggunaan. Baik berbentuk kayu pertukangan, kayu industri maupun kayu
bakar.
Kayu berasal dari
berbagai jenis pohon yang memiliki sifat-sifat yang berbeda-beda. Bahkan dalam
satu pohon, kayu mempunyai sifat yang berbeda-beda.
Pohon
Laban (Vitex pinnata) adalah jenis
pohon yang berasal dari sekitaran Asia selatan sampai timur. Ciri umum pohon
laban berukuran sedang hingga besar dan dapat mencapai tinggi hingga 40 meter.
Batangnya biasanya tanpa banir dan diameternya dapat mencapai 130 cm, beralur
dalam dan jelas, kayunya padat dan berwarna kepucatan. Kayunya tergolong sedang
hingga berat, kuat, tahan lama dan tidak mengandung silika. Kayu basah beraroma
seperti kulit. Daun bersilangan dengan atau tanpa bulu halus pada sisi
bawahnya. Susunan bunga terminal, merupakan bunga berkelamin ganda, dimana
helai kelopaknya bersatu pada bagian dasar membentuk mangkuk kecil, sedang helai
mahkotanya bersatu pada bagian dasar yang bercuping 5 tidak teratur
1.2 Rumusan Masalah
1.
Bagaimana karakteristik dari pohon laban?
2.
Apa saja manfaat ekonomi dari pohon laban?
1.3 Tujuan
1.
Untuk mengetahui karakteristik dari pohon laban
2.
Untuk mengetahui manfaat ekonomi dari pohon laban
BAB II
ISI
2.1 Karakteristik
Pohon Laban
(Vitex pinnata) memiliki tinggi
sampai 2-15 meter hingga mencapai 40 cm (diameter setinggi dada). Memiliki
kulit retak, terkelupas, abu-abu kekuningan sampai coklat pucat, kulit hijau
pucat menjadi kuning pada bagian dalam paparan, gubal kuning lembut sampai
coklat. Daun 3 atau 5 foliolate. Leaflet hampir sessile, dua luar biasanya jauh
lebih kecil dari yang lain, ovate atau elips, 3-25 cm, lebar 1,5-10 cm dasar
dibulatkan untuk sedikit berbentuk baji, acuminate puncaknya, seluruh margin;
sekunder 10-20 pasang urat; Inflorescences malai terminal Bunga biru keputihan.
Buah 5-8 mm pematangan hitam.
Kelas keawetan kayu laban sangat bagus. Kayu ini termasuk
dalam kelas awet I sepertihalnya jati. Tingkat
kembang susut sedang sehingga ukurannya cenderung stabil. Laban termasuk kayu yang daya retaknya kecil. Laban adalah tananam keras yang tahan menghadapi api.
Meskipun telah terbakar, Laban tidak mati karena hangus sehingga setelah
terjadi kebakaran hutan tidak perlu lagi melakukan penanaman ulang hutan yang
usai terbakar.
Secara ekonomis, Laban juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kapal karena jenis kayunya yang keras dan tahan air. Di Karimunjawa dan Madura, dulu banyak warga lokal yang memanfaatkan Laban untuk bahan pembuatan kapal.
Secara ekonomis, Laban juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kapal karena jenis kayunya yang keras dan tahan air. Di Karimunjawa dan Madura, dulu banyak warga lokal yang memanfaatkan Laban untuk bahan pembuatan kapal.
Vitex pinnata
adalah tanaman asli ke selatan dan Asia Tenggara. Hal ini dikenal dengan berbagai nama lokal, "Milla" di Ceylon, "Laban" di
Indonesia, "gulimpapa" di
Sulawesi, "kyetyo po" di
Myanmar, "Leban" di
Malaysia, "molave" di
Filipina, dan " tinnok "di Thailand. Ini adalah pohon yang tumbuh
lambat, tumbuh hingga 60 kaki dan lingkar 1 sampai 3 meter. Ia memiliki kulit
putih kelabu kecoklatan dan daun yang wangi. Tumbuh dengan baik biasanya di hutan sekunder, di tepi sungai
dan sepanjang jalan termasuk di lahan marjinal seperti daerah Imperata
cylindrica. Spesies yang tampaknya mentolerir kebakaran biasa. Dalam kondisi
tropis seperti di Kalimantan Timur, berbunga dan berbuah hampir sepanjang waktu
dari Januari hingga Desember. Buah yang dimakan oleh burung dan benih tidak
dapat berkecambah di bawah naungan dan perlu cahaya untuk berkecambah.
Ekologi
Vitex pinnata L. umum di banyak ditemukan di daerah terutama di habitat yang
lebih terbuka, hutan sekunder dan di tepi sungai. kepadatan kayu adalah 800-950
kg/m3 pada kadar air 15%; termasuk kayu yang keras dan tahan lama. Kayu laban merupakan
jenis kayu yang dianjurkan oleh pihak BKI. Kayu ini termasuk dalam kelas awet I
yang dapat bertahan delapan tahun walaupun selalu berinteraksi dengan air. Kayu
ini pun tahan terhadap serangan oleh rayap. Kayu ini termasuk dalam kelas kuat
I yang memiliki berat jenis kering udara kurang dari 0,9 serta kukuh lentur dan
tekanan mutlaknya yang tinggi dibandingkan jenis kayu lain 2.2 Manfaat Ekonomi
Vitex pinnata memiliki kayu yang sangat kuat dan tahan lama, tahan lama bahkan dalam kontak dengan air atau tanah. Ini adalah cokelat kelabu dalam warna. Kepadatan adalah sekitar 930 kg per meter kubik (£ 58 per kaki kubik). Kayu digunakan untuk posting, pintu dan jendela, tidur dan mebel. Kayu digunakan untuk konstruksi dan pembuatan menangani pisau. Daun dan kulit kayu digunakan untuk mengobati sakit perut, demam dan malaria.
Orang Dayak menggunakan daunnya digunakan sebagai obat disentri Kayunya secara komersial tidak begitu penting karena biasanya tidak tersedia dalam jumlah banyak. Namun biasanya secara lokal digunakan untuk bahan bangunan rumah, perahu, mebel, jembatan dan juga kayu bakar. Di Semenanjung Malaya, daun dan kulit kayu laban ini secara tradisional digunakan untuk mengobati penyakit perut dan luka. Kulit kayunya selain untuk obat juga sebagai bahan pewarna hijau dan digunakan sebagai medium penanaman anggrek.
Tanaman laban (Vitex pinnata L.) merupakan salah satu jenis tumbuhan potensial untuk mereklamasi lahan bekas tambang batubara. Laban merupakan salah satu jenis tumbuhan yang memiliki banyak manfaat. Dalam prinsip pembangunan berkelanjutan, jenis tanaman ini memenuhi kriteria 3P (profit, people, planet) karena selain digunakan sebagai kayu pertukangan dan bahan baku obat tradisional, juga sering digunakan sebagai sumber bioenergi (kayu bakar).
Pohon Laban (Vitex pinnata) memiliki banyak potensi dan manfaat salah satunya dalam penurunan persentase kebakaran hutan yang terjadi. Pohon yang memiliki karakteristik kayu yang keras berwarna coklat kuning dan coklat pudar ini dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi kebakaran-kebakaran hutan yang terjadi. Pohon Laban (Vitex pinnata) sangat potensial untuk di kembangkan, karena tanaman ini mudah beradaptasi pertumbuhannya yang cukup cepat, memiliki ukuran tajuk yang cukup lebar, mampu tumbuh di lahan terbuka, memiliki buah yang di sukai satwa liar dan dapat meningkatkan unsur hara di dalam tanah yaitu unsur N,P, dan K serta dapat meningkatkan suhu dan pori-pori tanah. Kayu dari Pohon Laban (Vitex pinnata) memiliki nilai kalor dan kadar air kayu yang cukup tinggi sehingga sulit terbakar. Hal ini menjadi alasan untuk menggunakan tanaman tersebut sebagai sekat bakar yang bertujuan untuk mengurangi luasnya kebakaran hutan.
Laban dimanfaatkan oleh masyarakat Dayak Pangkodan di daerah Sanggau, secara khusus pemanfaatan pada kulit kayu laban sebagai minuman teh. Kulit kayu laban tidak hanya dimanfaatkan masyarakat sebagai minuman teh. Hampir semua responden mengetahui akan khasiat yang dimiliki kulit kayu laban yaitu sebagai obat sakit perut, selain itu membuat tubuh terasa segar. Beberapa responden mengatakan juga bahwa minuman dari teh kulit kayu laban dapat menjadi obat masuk angin, teh kulit kayu laban yang diminum sebelum makan tidak menyebabkan sakit “ulu hati” atau dikenal dengan penyakit maag, dan ada juga yang memasak kulit kayu laban untuk dijadikan minuman dikarenakan rasa dan baunya yang khas dan untuk mengurangi bau air gambut yang mereka ambil dari sekitar ladang atau sawahnya.
Air rebusan dari kikisan kulit kayu laban dijadikan obat luka di daerah Jambi dan air rebusan yang bewarna kuning dapat dijadikan obat sakit pinggang. Penggunaan kulit kayu laban yang dimanfaatkan sebagai minuman teh yaitu pada bagian kulit kayu tua laban yaitu bagian pangkal kulit batang pohon laban sampai tengah kulit batang pohon, sedangkan kulit kayu muda laban yaitu pada bagian ujung kulit batang pohon atau kulit cabang.
Kebutuhan akan energi semakin meningkat sedangkan persedian minyak atau gas bumi sangat terbatas dan tidak dapat diperbaharui, maka salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah mengefisienkan pemanfaatan energi dengan pembuatan arang briket yang digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk menggantikan bahan bakar minyak dan gas dalam kegiatan industri dan rumah tangga. Arang briket merupakan bentuk energi terbarukan dari biomassa yang berasal dari tumbuhan atau tanaman yang saat ini sangat banyak tersedia di lingkungan. Pada umumnya, arang yang banyak dijumpai di pasar antara lain, yaitu arang kayu Laban yang memiliki kualitas yang baik, api atau bara yang bagus, menghasilkan asap yang wangi dan awet atau tahan lama dalam pembakaran. Panas dan ketahanan nyala api kayu Laban menyamai nyala bara arang briket, serta bara api kayu laban tidak mengeluarkan asap. Salah satu jenis kayu dengan nilai kalor tinggi adalah jenis pohon laban (Vitex pinnata) dengan nilai kalori 7,220 kal/gram sehingga memiliki potensi yang baik untuk dijadikan campuran arang batang Kelapa Sawit, selanjutnya diolah menjadi arang briket yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.
Laban abang merupakan salah satu jenis tanaman Aglaia sp, yakni kelompok tanaman genus Meliaceae yang banyak mengandung senyawa cyclopental[b]tetrahydrobenzofuran (rocaglamid) dan beberapa senyawa turunannya dengan potensi antikanker yang tinggi. Rocaglamid selaku salah satu senyawa kimia minor itu memiliki efek sitotoksik paling kuat dalam membasmi sel kanker. Sementara itu, kandungan odorin sebagai senyawa utama (mayor) terbukti dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Hal itu berarti tanaman yang satu ini dapat digunakan untuk pencegahan dan pengobatan kanker payudara. Selain dua senyawa itu, laban abang juga mengandung flavonoid yang bersifat antioksidan. Senyawa terakhir ini sangat baik dalam mencegah kanker.
Vitex pinnata memiliki kayu yang sangat kuat dan tahan lama, tahan lama bahkan dalam kontak dengan air atau tanah. Ini adalah cokelat kelabu dalam warna. Kepadatan adalah sekitar 930 kg per meter kubik (£ 58 per kaki kubik). Kayu digunakan untuk posting, pintu dan jendela, tidur dan mebel. Kayu digunakan untuk konstruksi dan pembuatan menangani pisau. Daun dan kulit kayu digunakan untuk mengobati sakit perut, demam dan malaria.
Orang Dayak menggunakan daunnya digunakan sebagai obat disentri Kayunya secara komersial tidak begitu penting karena biasanya tidak tersedia dalam jumlah banyak. Namun biasanya secara lokal digunakan untuk bahan bangunan rumah, perahu, mebel, jembatan dan juga kayu bakar. Di Semenanjung Malaya, daun dan kulit kayu laban ini secara tradisional digunakan untuk mengobati penyakit perut dan luka. Kulit kayunya selain untuk obat juga sebagai bahan pewarna hijau dan digunakan sebagai medium penanaman anggrek.
Tanaman laban (Vitex pinnata L.) merupakan salah satu jenis tumbuhan potensial untuk mereklamasi lahan bekas tambang batubara. Laban merupakan salah satu jenis tumbuhan yang memiliki banyak manfaat. Dalam prinsip pembangunan berkelanjutan, jenis tanaman ini memenuhi kriteria 3P (profit, people, planet) karena selain digunakan sebagai kayu pertukangan dan bahan baku obat tradisional, juga sering digunakan sebagai sumber bioenergi (kayu bakar).
Pohon Laban (Vitex pinnata) memiliki banyak potensi dan manfaat salah satunya dalam penurunan persentase kebakaran hutan yang terjadi. Pohon yang memiliki karakteristik kayu yang keras berwarna coklat kuning dan coklat pudar ini dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi kebakaran-kebakaran hutan yang terjadi. Pohon Laban (Vitex pinnata) sangat potensial untuk di kembangkan, karena tanaman ini mudah beradaptasi pertumbuhannya yang cukup cepat, memiliki ukuran tajuk yang cukup lebar, mampu tumbuh di lahan terbuka, memiliki buah yang di sukai satwa liar dan dapat meningkatkan unsur hara di dalam tanah yaitu unsur N,P, dan K serta dapat meningkatkan suhu dan pori-pori tanah. Kayu dari Pohon Laban (Vitex pinnata) memiliki nilai kalor dan kadar air kayu yang cukup tinggi sehingga sulit terbakar. Hal ini menjadi alasan untuk menggunakan tanaman tersebut sebagai sekat bakar yang bertujuan untuk mengurangi luasnya kebakaran hutan.
Laban dimanfaatkan oleh masyarakat Dayak Pangkodan di daerah Sanggau, secara khusus pemanfaatan pada kulit kayu laban sebagai minuman teh. Kulit kayu laban tidak hanya dimanfaatkan masyarakat sebagai minuman teh. Hampir semua responden mengetahui akan khasiat yang dimiliki kulit kayu laban yaitu sebagai obat sakit perut, selain itu membuat tubuh terasa segar. Beberapa responden mengatakan juga bahwa minuman dari teh kulit kayu laban dapat menjadi obat masuk angin, teh kulit kayu laban yang diminum sebelum makan tidak menyebabkan sakit “ulu hati” atau dikenal dengan penyakit maag, dan ada juga yang memasak kulit kayu laban untuk dijadikan minuman dikarenakan rasa dan baunya yang khas dan untuk mengurangi bau air gambut yang mereka ambil dari sekitar ladang atau sawahnya.
Air rebusan dari kikisan kulit kayu laban dijadikan obat luka di daerah Jambi dan air rebusan yang bewarna kuning dapat dijadikan obat sakit pinggang. Penggunaan kulit kayu laban yang dimanfaatkan sebagai minuman teh yaitu pada bagian kulit kayu tua laban yaitu bagian pangkal kulit batang pohon laban sampai tengah kulit batang pohon, sedangkan kulit kayu muda laban yaitu pada bagian ujung kulit batang pohon atau kulit cabang.
Kebutuhan akan energi semakin meningkat sedangkan persedian minyak atau gas bumi sangat terbatas dan tidak dapat diperbaharui, maka salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah mengefisienkan pemanfaatan energi dengan pembuatan arang briket yang digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk menggantikan bahan bakar minyak dan gas dalam kegiatan industri dan rumah tangga. Arang briket merupakan bentuk energi terbarukan dari biomassa yang berasal dari tumbuhan atau tanaman yang saat ini sangat banyak tersedia di lingkungan. Pada umumnya, arang yang banyak dijumpai di pasar antara lain, yaitu arang kayu Laban yang memiliki kualitas yang baik, api atau bara yang bagus, menghasilkan asap yang wangi dan awet atau tahan lama dalam pembakaran. Panas dan ketahanan nyala api kayu Laban menyamai nyala bara arang briket, serta bara api kayu laban tidak mengeluarkan asap. Salah satu jenis kayu dengan nilai kalor tinggi adalah jenis pohon laban (Vitex pinnata) dengan nilai kalori 7,220 kal/gram sehingga memiliki potensi yang baik untuk dijadikan campuran arang batang Kelapa Sawit, selanjutnya diolah menjadi arang briket yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.
Laban abang merupakan salah satu jenis tanaman Aglaia sp, yakni kelompok tanaman genus Meliaceae yang banyak mengandung senyawa cyclopental[b]tetrahydrobenzofuran (rocaglamid) dan beberapa senyawa turunannya dengan potensi antikanker yang tinggi. Rocaglamid selaku salah satu senyawa kimia minor itu memiliki efek sitotoksik paling kuat dalam membasmi sel kanker. Sementara itu, kandungan odorin sebagai senyawa utama (mayor) terbukti dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Hal itu berarti tanaman yang satu ini dapat digunakan untuk pencegahan dan pengobatan kanker payudara. Selain dua senyawa itu, laban abang juga mengandung flavonoid yang bersifat antioksidan. Senyawa terakhir ini sangat baik dalam mencegah kanker.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Pohon Laban (Vitex pinnata) adalah
jenis pohon yang berasal dari sekitaran Asia selatan sampai timur.
2. Pohon Laban
(Vitex pinnata) memiliki tinggi
sampai 2-15 meter hingga mencapai 40 cm (diameter setinggi dada).
3. Laban
adalah tananam keras yang tahan menghadapi api. Meskipun telah terbakar, Laban
tidak mati karena hangus sehingga setelah terjadi kebakaran hutan tidak perlu
lagi melakukan penanaman ulang hutan yang usai terbakar.
4. Laban
juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kapal karena jenis kayunya yang
keras dan tahan air.
5. Arang kayu Laban yang
memiliki kualitas yang baik, api atau bara yang bagus, menghasilkan asap yang
wangi dan awet atau tahan lama dalam pembakaran. Panas
dan ketahanan nyala api kayu Laban menyamai nyala bara arang briket, serta bara
api kayu laban tidak mengeluarkan asap.


