Sabtu, 05 Oktober 2019

KARAKTERISTIK DAN MANFAAT EKONOMI POHON LABAN (Vitex pinnata)


Tugas Penilaian Hutan                                                             Medan,        Oktober 2019
KARAKTERISTIK DAN MANFAAT EKONOMI
POHON LABAN (Vitex pinnata)
Dosen Penanggungjawab:
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si
Oleh :
Nanda Andini Maulida Nasution
171201093
Budidaya Hutan 5
                                                                                     










PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2019





BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kayu merupakan bahan yang sangat sering dipergunakan untuk tujuan penggunaan tertentu. Terkadang sebagai barang tertentu, kayu tidak dapat digantikan dengan bahan lain karena sifat khasnya. Pengertian kayu disini ialah sesuatu bahan, yang diperoleh dari hasil pemungutan pohon-pohon di hutan, yang merupakan bagian dari pohon tersebut, setelah diperhitungkan bagian-bagian mana yang lebih banyak dimanfaatkan untuk sesuatu tujuan penggunaan. Baik berbentuk kayu pertukangan, kayu industri maupun kayu bakar. Kayu berasal dari berbagai jenis pohon yang memiliki sifat-sifat yang berbeda-beda. Bahkan dalam satu pohon, kayu mempunyai sifat yang berbeda-beda.
Pohon Laban (Vitex pinnata) adalah jenis pohon yang berasal dari sekitaran Asia selatan sampai timur. Ciri umum pohon laban berukuran sedang hingga besar dan dapat mencapai tinggi hingga 40 meter. Batangnya biasanya tanpa banir dan diameternya dapat mencapai 130 cm, beralur dalam dan jelas, kayunya padat dan berwarna kepucatan. Kayunya tergolong sedang hingga berat, kuat, tahan lama dan tidak mengandung silika. Kayu basah beraroma seperti kulit. Daun bersilangan dengan atau tanpa bulu halus pada sisi bawahnya. Susunan bunga terminal, merupakan bunga berkelamin ganda, dimana helai kelopaknya bersatu pada bagian dasar membentuk mangkuk kecil, sedang helai mahkotanya bersatu pada bagian dasar yang bercuping 5 tidak teratur
1.2  Rumusan Masalah
1.      Bagaimana karakteristik dari pohon laban?
2.      Apa saja manfaat ekonomi dari pohon laban?
1.3  Tujuan
1.      Untuk mengetahui karakteristik dari pohon laban
2.      Untuk mengetahui manfaat ekonomi dari pohon laban

BAB II
ISI
2.1  Karakteristik
Pohon Laban (Vitex pinnata) memiliki tinggi sampai 2-15 meter hingga mencapai 40 cm (diameter setinggi dada). Memiliki kulit retak, terkelupas, abu-abu kekuningan sampai coklat pucat, kulit hijau pucat menjadi kuning pada bagian dalam paparan, gubal kuning lembut sampai coklat. Daun 3 atau 5 foliolate. Leaflet hampir sessile, dua luar biasanya jauh lebih kecil dari yang lain, ovate atau elips, 3-25 cm, lebar 1,5-10 cm dasar dibulatkan untuk sedikit berbentuk baji, acuminate puncaknya, seluruh margin; sekunder 10-20 pasang urat; Inflorescences malai terminal Bunga biru keputihan. Buah 5-8 mm pematangan hitam.
Kelas keawetan kayu laban sangat bagus. Kayu ini termasuk dalam kelas awet I sepertihalnya jati. Tingkat kembang susut sedang sehingga ukurannya cenderung stabil. Laban termasuk kayu yang daya retaknya kecil. Laban adalah tananam keras yang tahan menghadapi api. Meskipun telah terbakar, Laban tidak mati karena hangus sehingga setelah terjadi kebakaran hutan tidak perlu lagi melakukan penanaman ulang hutan yang usai terbakar.
Secara ekonomis, Laban juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kapal karena jenis kayunya yang keras dan tahan air. Di Karimunjawa dan Madura, dulu banyak warga lokal yang memanfaatkan Laban untuk bahan pembuatan kapal.
Vitex pinnata adalah tanaman asli ke selatan dan Asia Tenggara. Hal ini dikenal dengan berbagai nama lokal, "Milla" di Ceylon, "Laban" di Indonesia, "gulimpapa" di Sulawesi, "kyetyo po" di Myanmar, "Leban" di Malaysia, "molave" di Filipina, dan " tinnok "di Thailand. Ini adalah pohon yang tumbuh lambat, tumbuh hingga 60 kaki dan lingkar 1 sampai 3 meter. Ia memiliki kulit putih kelabu kecoklatan dan daun yang wangi. Tumbuh dengan baik biasanya di hutan sekunder, di tepi sungai dan sepanjang jalan termasuk di lahan marjinal seperti daerah Imperata cylindrica. Spesies yang tampaknya mentolerir kebakaran biasa. Dalam kondisi tropis seperti di Kalimantan Timur, berbunga dan berbuah hampir sepanjang waktu dari Januari hingga Desember. Buah yang dimakan oleh burung dan benih tidak dapat berkecambah di bawah naungan dan perlu cahaya untuk berkecambah.
Ekologi Vitex pinnata L. umum di banyak ditemukan di daerah terutama di habitat yang lebih terbuka, hutan sekunder dan di tepi sungai. kepadatan kayu adalah 800-950 kg/m3 pada kadar air 15%; termasuk kayu yang keras dan tahan lama. Kayu laban merupakan jenis kayu yang dianjurkan oleh pihak BKI. Kayu ini termasuk dalam kelas awet I yang dapat bertahan delapan tahun walaupun selalu berinteraksi dengan air. Kayu ini pun tahan terhadap serangan oleh rayap. Kayu ini termasuk dalam kelas kuat I yang memiliki berat jenis kering udara kurang dari 0,9 serta kukuh lentur dan tekanan mutlaknya yang tinggi dibandingkan jenis kayu lain                            2.2 Manfaat Ekonomi
     Vitex pinnata memiliki kayu yang sangat kuat dan tahan lama, tahan lama bahkan dalam kontak dengan air atau tanah. Ini adalah cokelat kelabu dalam warna. Kepadatan adalah sekitar 930 kg per meter kubik (£ 58 per kaki kubik). Kayu digunakan untuk posting, pintu dan jendela, tidur dan mebel. Kayu digunakan untuk konstruksi dan pembuatan menangani pisau. Daun dan kulit kayu digunakan untuk mengobati sakit perut, demam dan malaria.
     Orang Dayak menggunakan daunnya digunakan sebagai obat disentri Kayunya secara komersial tidak begitu penting karena biasanya tidak tersedia dalam jumlah banyak. Namun biasanya secara lokal digunakan untuk bahan bangunan rumah, perahu, mebel, jembatan dan juga kayu bakar. Di Semenanjung Malaya, daun dan kulit kayu laban ini secara tradisional digunakan untuk mengobati penyakit perut dan luka. Kulit kayunya selain untuk obat juga sebagai bahan pewarna hijau dan digunakan sebagai medium penanaman anggrek.
     Tanaman laban (Vitex pinnata L.) merupakan salah satu jenis tumbuhan potensial untuk mereklamasi lahan bekas tambang batubara. Laban merupakan salah satu jenis tumbuhan yang memiliki banyak manfaat. Dalam prinsip pembangunan berkelanjutan, jenis tanaman ini memenuhi kriteria 3P (profit, people, planet) karena selain digunakan sebagai kayu pertukangan dan bahan baku obat tradisional, juga sering digunakan sebagai sumber bioenergi (kayu bakar).
     Pohon Laban (Vitex pinnata) memiliki banyak potensi dan manfaat salah satunya dalam penurunan persentase kebakaran hutan yang terjadi. Pohon yang memiliki karakteristik kayu yang keras berwarna coklat kuning dan coklat pudar ini dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi kebakaran-kebakaran hutan yang terjadi. Pohon Laban (Vitex pinnata) sangat potensial untuk di kembangkan, karena tanaman ini mudah beradaptasi pertumbuhannya yang cukup cepat, memiliki ukuran tajuk yang cukup lebar, mampu tumbuh di lahan terbuka, memiliki buah yang di sukai satwa liar dan dapat meningkatkan unsur hara di dalam tanah yaitu unsur N,P, dan K serta dapat meningkatkan suhu dan pori-pori tanah. Kayu dari Pohon Laban (Vitex pinnata)  memiliki nilai kalor dan kadar air kayu yang cukup tinggi sehingga sulit terbakar. Hal ini menjadi alasan untuk menggunakan tanaman tersebut sebagai sekat bakar yang bertujuan untuk mengurangi luasnya kebakaran hutan.
     Laban dimanfaatkan oleh masyarakat Dayak Pangkodan di daerah Sanggau, secara khusus pemanfaatan pada kulit kayu laban sebagai minuman teh.  Kulit kayu laban tidak hanya dimanfaatkan masyarakat sebagai minuman teh. Hampir semua responden mengetahui akan khasiat yang dimiliki kulit kayu laban yaitu sebagai obat sakit perut, selain itu membuat tubuh terasa segar. Beberapa responden mengatakan juga bahwa minuman dari teh kulit kayu laban dapat menjadi obat masuk angin, teh kulit kayu laban yang diminum sebelum makan tidak menyebabkan sakit “ulu hati” atau dikenal dengan penyakit maag, dan ada juga yang memasak kulit kayu laban untuk dijadikan minuman dikarenakan rasa dan baunya yang khas dan untuk mengurangi bau air gambut yang mereka ambil dari sekitar ladang atau sawahnya.
    Air rebusan dari kikisan kulit kayu laban dijadikan obat luka di daerah Jambi dan air rebusan yang bewarna kuning dapat dijadikan obat sakit pinggang. Penggunaan kulit kayu laban yang dimanfaatkan sebagai minuman teh yaitu pada bagian kulit kayu tua laban yaitu bagian pangkal kulit batang pohon laban sampai tengah kulit batang pohon, sedangkan kulit kayu muda laban yaitu pada bagian ujung kulit batang pohon atau kulit cabang.
     Kebutuhan akan energi semakin meningkat sedangkan persedian minyak atau gas bumi sangat terbatas dan tidak dapat diperbaharui, maka salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah mengefisienkan pemanfaatan energi dengan pembuatan arang briket yang digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk menggantikan bahan bakar minyak dan gas dalam kegiatan industri dan rumah tangga. Arang briket merupakan bentuk energi terbarukan dari biomassa yang berasal dari tumbuhan atau tanaman yang saat ini sangat banyak tersedia di lingkungan. Pada umumnya, arang yang banyak dijumpai di pasar antara lain, yaitu arang kayu Laban yang memiliki kualitas yang baik, api atau bara yang bagus, menghasilkan asap yang wangi dan awet atau tahan lama dalam pembakaran. Panas dan ketahanan nyala api kayu Laban menyamai nyala bara arang briket, serta bara api kayu laban tidak mengeluarkan asap. Salah satu jenis kayu dengan nilai kalor tinggi adalah jenis pohon laban (Vitex pinnata) dengan nilai kalori 7,220 kal/gram sehingga memiliki potensi yang baik untuk dijadikan campuran arang batang Kelapa Sawit, selanjutnya diolah menjadi arang briket yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.
     Laban abang merupakan salah satu jenis tanaman Aglaia sp, yakni kelompok tanaman genus  Meliaceae  yang banyak mengandung senyawa cyclopental[b]tetrahydrobenzofuran (rocaglamid) dan beberapa senyawa turunannya dengan potensi antikanker yang tinggi. Rocaglamid selaku salah satu senyawa kimia minor itu memiliki efek sitotoksik paling kuat dalam membasmi sel kanker. Sementara itu, kandungan odorin sebagai senyawa utama (mayor) terbukti dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Hal itu berarti tanaman yang satu ini dapat digunakan untuk pencegahan dan pengobatan kanker payudara. Selain dua senyawa itu, laban abang juga mengandung flavonoid yang bersifat antioksidan. Senyawa terakhir ini sangat baik dalam mencegah kanker.


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1.    Pohon Laban (Vitex pinnata) adalah jenis pohon yang berasal dari sekitaran Asia selatan sampai   timur.
2.     Pohon Laban (Vitex pinnata) memiliki tinggi sampai 2-15 meter hingga mencapai 40 cm (diameter   setinggi dada).
3.     Laban adalah tananam keras yang tahan menghadapi api. Meskipun telah terbakar, Laban tidak mati  karena hangus sehingga setelah terjadi kebakaran hutan tidak perlu lagi melakukan penanaman ulang  hutan yang usai terbakar.
4.    Laban juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kapal karena jenis kayunya yang keras dan  tahan air.
5.   Arang kayu Laban yang memiliki kualitas yang baik, api atau bara yang bagus, menghasilkan asap yang wangi dan awet atau tahan lama dalam pembakaran. Panas dan ketahanan nyala api kayu Laban menyamai nyala bara arang briket, serta bara api kayu laban tidak mengeluarkan asap.

Selasa, 02 April 2019

MANFAAT EKONOMI POHON MAHONI


Tugas Ekonomi Sumberdaya Hutan                                                   Medan,      April 2019
MANFAAT EKONOMI KOMODITI KEHUTANAN
(Swietenia mahagoni)
Dosen Penanggungjawab:
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si
Oleh :
Nanda Andini Maulida Nasution
171201093
HUT 4 B












PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2019



MAHONI
Secara luas, Mahoni digunakan sebagai peneduh jalan.  Orang yang berjasa mempopulerkan pohon ini konon adalah Jenderal  Herman Willem Daendels, Gubernur Hindia Belanda (1808-1811). Ketika Daendels membangun jalan post dari Anyer hingga Panarukan, Pohon Mahoni dan Pohon Asem ditanam di pinggir jalan untuk dijadikan penghias sekaligus peneduh. Inisiatif Daendels menanam Mahoni di pinggir jalan, bukan tanpa perhitungan. Pohon ini terbukti mampu mengurangi polusi udara sekitar 47% – 69%. Sehingga disamping sebagai pohon pelindung, mahoni juga berfungsi sebagai filter udara dan penahan daerah tanggapan air. Daun-daun mahoni akan menyerap polutan-polutan disekitarnya. Sebaliknya, ia melepaskan oksigen (O2) yang membuat udara disekitarnya menjadi segar. Ketika hujan turun, tanah dan akar-akar mahoni akan mengikat air yang jatuh sehingga menjadi cadangan air.
Mahoni merupakan salah satu jenis pohon hutan yang berasal dari India dan banyak ditemui di Indonesia. Tanaman ini banyak ditanam ditepi-tepi jalan sebagai peneduh. Nama lain dibeberapa daerah diantaranya Mahagoni, Maoni dan Moni. Hasil kayu mahoni tergolong kedalam kayu keras (hardwood). Jenis kayu ini biasanya digunakan sebagai bahan baku pembuatan perabot rumah tangga dan perabot ukiran. Selain itu, kayu mahoni sering digunakan sebagai bahan baku pembuatan penggaris kayu. Pasalnya, bentuk dan fisiknya tidak mudah berubah.
A. Ciri Fisik
Mahoni (Swietenia mahagoni) termasuk kedalam famili Meliaceae. Secara fisik tanaman ini memiliki akar tunggang, akar bulat dan bergetah. Tinggi pohon mahoni dapat mencapai 25 meter. Daunnya majemuk, tulang daun menyirip dengan tepi rata dan panjangnya 3-15 cm. Saat daun masih muda warnanya merah dan berubah menjadi hijau saat daun telah tua. Bunganya tersusun majemuk, tangkai berwarna coklat muda. Mahkota bunga berbentuk silindris berwarna kuning kecoklatan. Bentuk kelopak bunga berwarna hijau dan menyerupai sendok. Pohon mahoni biasanya mengandung getah yang berasal dari kulit kayunya. Getah tersebut biasa digunakan sebagai bahan baku perekat atau lem. Buah mahoni berbentuk kapsul, bertekstur keras, panjang 12-15 cm berwarna abu-abu-coklat, dan ketebalannya 5-7 mm. Benang sari merekat pada mahkota bunga. Kepala sari berwarna putih kuning kecoklatan. Pada umur 7 tahun, tanaman mahoni baru berbunga.
B. Syarat Tumbuh
             Syarat lokasi untuk budidaya mahoni diantaranya ketinggian lahan maksimum 1500 mdpl, curah hujan 1524-5085 mm/tahun dan suhu udara 11-36oC. tanaman ini dapat tumbuh di tempat yang gersang dengan sedikit air. Selain itu, mahoni juga dapat tumbuh di daerah pasir payau. Lokasi yang baik untuk budidaya mahoni adalah daerah dengan sinar matahari langsung (tidak ternaungi).
C. Pembibitan
            Pengembangbiakan atau perbanyakan tanaman mahoni dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara generatif menggunakan biji (bibit) dan vegetatif melalui pencangkokan dan okulasi. Memetik buah mahoni sebaiknya dilakukan sebelum buah merekah atau mengumpulkannya setelah jatuh dari pohon. Jika buah yang dipetik belum masak, jemur dibawah sinar matahari selama 1-4 hari. Setelah itu, pisahkan bijinya dnegan menggoyangkan atau menggaruk buah. Buah mahoni sudah masak dan kering, buah akan pecah dengan sendirinya dan tinggal mengambil bagian bijinya.
            Kandungan utama biji mahoni yakni saponin dan flavonoid. Biji mahoni berwarna coklet, berbentuk lonjong dan memiliki panjang 7,5-15 cm dengan bgian atas memanjang. Biji mahoni memiliki bagian seperti sayap. Karena itu, mahoni biasanya menggunakan bantuan angin saat penyerbukan. Selain dengan bantuan angin, penyerbukan juga dibantu oleh serangga. Rata-rata setiap pohon mehoni dewasa (10-15 tahun) dapat menghasilkan 4-8 kg benih mahoni.
D. Manfaat Kayu Mahoni
Penggunaan yang paling penting dan utama dari pohon mahoni adalah untuk membuat furniture. Alasan pertama mengapa pohon mahoni merupakan bahan furniture yang sangat populer adalah karena warna coklat kemerahan yang indah. Tidak seperti coklat natural, coklat kemerahan lebih segar dan lebih elegan. Oleh karena itu, dapat dengan mudah masuk setiap gaya rumah. Selain itu, tekstur dari kayu mahoni adalah benar-benar salah satu dari jenis dan dapat dengan mudah meningkatkan keindahan dekorasi rumah. Tapi manfaat paling penting dari kayu mahoni pasti karena kekuatan dan daya tahannya yang luar biasa. Mahoni sangat kaku dan sulit untuk untuk dibengkokkan. Oleh karena itu, mahoni adalah yang terbaik untuk membuat furniture dengan garis-garis sederhana dan tidak memiliki terlalu banyak lekukan. Meskipun kekakuan, pembuat furnitur yang paling mengatakan bahwa kayu mahoni sangat bisa diterapkan dan banyak kreasi yang indah dapat dibuat di atasnya.
Biji mahoni mengandung begitu banyak manfaat kesehatan yang sangat dicari di beberapa negara. biji dari pohon mahoni disebut pohon buah langit di Singapura dan biji tunjuk langit (sky fruit seed) adalah obat alternatif yang populer di negeri ini. Banyak penelitian telah membuktikan bahwa biji mahoni atau langit buah berperan besar dalam menurunkan kolesterol. Hal ini dimungkinkan karena benih mengandung banyak flavonoid yang dapat membantu dengan sirkulasi darah. Berkat flavonoid, pembuluh darah kita akan bersih dari kolesterol jahat dan zat lain yang dapat menghambat sirkulasi darah. Selanjutnya, biji buah langit juga kaya saponin. Sama seperti flavonoid, dapat membantu mencegah pembekuan darah dan meningkatkan kesehatan jantung yang lebih baik. Jadi, jika Anda sedang menderita penyakit jantung, tekanan darah tinggi atau hanya ingin menjaga jantung Anda sehat, biji mahoni adalah suplemen yang akan cocok untuk Anda.
Selain mencegah penyakit jantung, biji buah langit juga dapat digunakan untuk mengatur tingkat gula darah, maka obat yang sangat bermanfaat bagi orang yang menderita diabetes. Sekali lagi, manfaat ini juga dimungkinkan berkat tingkat saponin dari biji mahoni. Benih mahoni tidak hanya dapat digunakan untuk mengobati penyakit berbahaya seperti masalah jantung atau diabetes. Sebagai fakta, Anda juga dapat menggunakannya untuk mengobati sembelit, gigitan serangga, menghilangkan nyeri haid dan juga meningkatkan nafsu makan. 
Pohon mahoni memiliki banyak manfaat baik secara ekonomi maupun ekologi dari semua bagian tubuh tanaman. Manfaat tersebut adalah: 
  1. Kualitas kayu mahoni sangat baik, mempunyai berat jenis berkisar 0,53 hingga 0,72, termasuk kelas kuat III hingga kelas kuat II. Kayu mahoni mempunyai penyusutan ke arah radial 0,9 % hingga 3,3 % clan ke arah tangensial 1,3 % hingga 5,7 %. Pengeringan secara alami kayu mahoni dengan tebal 2,5 cm dari kadar air awal 40 %,selama 40 hari bisa mencapai kadar air kering udara. Sedangkan dengan dapur pengering kayu mahoni dengan tebal 2,5 cm, bisa mencapai kadar air hingga 10 % denga suhu berkisar 43°C hingga 7 6°C dengan kelembaban nisbi berkisar 75 % hingga 33 %.  
  2.  Kayunya mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi dan sifatnya tidak mudah berubah. Kualitas kayunya keras dan sangat baik untuk meubel, furnitur, barang-barang ukiran dan kerajinan. a. Kontruksi bangunan, kayu mahoni sangat baik untuk membuat rangka atap, kusen, daun pintu dan jendela. b. Veneer dan kayu lapis, sangat baik karena mernpunyai permukaan dekoratif yang indah dan warna khas coklar. c. Mebelair, karena sifat kekuatan, keawetan serta warna dan dekoratifnya banyak dipergunakan dan disukai untuk pernbuatan lemari, kursi, rneja dan tempat tidur.
  3. Ekstrak biji mahoni dapat digunakan sebagai pestisida nabati yang ramah lingkungan untuk mengendalikan hama pada pertanaman kubis, yaitu Plutella xylostella dan Crocidolomia binolalis khususnya pada saat hama berada pada stadia larva.
  4. Kulit batang pohon mahoni dapat dijadikan pewarna alami untuk mewarnai benang bahan kain dan tidak mudah luntur.
  5. Getah pohon mahoni disebut blendok dapat digunakan sebagai bahan baku perekat atau lem.
  6. Pohon mahoni dapat dijadikan pohon hias yang ditanam ditepi jalan sebagai peneduh terutama disepanjang jalan utama atau jalan raya karena pohon mahoni merupakan salah satu jenis pohon yang bisa mengurangi polusi udara sekitar 47%-69% sehingga disebut sebagai pohon pelindung sekaligus filteer udara karena daunnya dapat menyerap polutan-polutan disekitarnya.
E. Manfaat Mahoni Bagi Kesehatan
Biji diklasifikasikan sebagai tonik kesehatan ekonomis dengan manfaat yang setara dengan gabungan ginkgo biloba dan ginseng. Telah ditemukan 3 kandungan utama yang terdapat pada biji mahoni yang memiliki andil besar bagi kesehatan, yaitu flavonoid, saponin, dan alkaloid. Berikut ini beberapa manfaat sehat biji mahoni.
1. Bermanfaat dalam mengurangi kondisi hipertensi, hiperlipemia, arterosklerosis, penyakit kardiovaskular, stroke, kejang, arthritis, varises vena, gangguan sirkulasi darah, dan lain-lain.
2.  Bermanfaat dalam mengatur dan memperkuat sistem kekebalan, antibakteri, anti-inflamasi, antivirus, antitumor, antikanker, dan lain-lain.
3.   Berkontribusi untuk memperbaiki masalah diabetes, kemandulan, infertilitas, hiposeksualitas atau kurangnya dorongan seksual, nyeri menstruasi, dan lain-lain.
4.      Memulihkan bronkitis kronis, asma, batuk, dan lain-lain.
5.      Meringankan gangguan tidur, kelelahan, stres, insomnia, migrain, dan lain-lain.
6.      Menghapus radikal bebas dan sumber oksigen reaktif.
7.      Menyembuhkan maag gastrointestinal, sirosis hati, hepatitis akut, dan lain-lain.
8.      Mengobati alergi, obesitas, dan lain-lain.

Selasa, 01 Januari 2019

Produk Undang-Undang Kehutanan



Tugas Kebijakan Perundang-Undangan                                                            Medan,           Januari 2019
PRODUK UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KEHUTANAN


Dosen Penanggung Jawab:
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si

Oleh :
Nanda Andini Maulida Nst
171201093

Hut 3 B



                                                                                     







PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2019



PRODUK UNDANG-UNDANG KEHUTANAN
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan yang dimaksud dengan Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Sedangkan Kehutanan adalah sistem pengurusan yang bersangkut paut dengan hutan, kawasan hutan, dan hasil hutan yang diselenggarakan secara terpadu. Sedangkan Kawasan hutan Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh Pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap.

Pengertian hutan menurut Dengler adalah suatu kumpulan pohon=pohon yang rapat dan menutup areal cukup luas sehingga dapat membentuk iklim mikro yang kondisi ekologisnya sangat khas dan berbeda dengan areal luarnya. Menurut Spurr Hutan adalah persekutuan antara tumbuhan dan hewan dalam suatu asosiasi biotis. Asosiasi ini bersama lingkungannya membentuk sistem ekologis, organism di dalamnya saling berpengaruh dalam suatu siklus energi yang kompleks. Menurut Para Ahli Silvikultur Hutan adalah suatu asosiasi dari tumbuh-tumbuhan yang sebagian besar terdiri atas pohon-pohon berkayu yang mempunyai area luas. Menurut Ahli Ekologi Hutan adalah suatu masyarakat tumbuh-tumbuhan yang mempunyai keadaan lingkungan berbeda dari lingkungan di sekitarnya. Sedangkan Menurut Ahli Kehutanan, hutan adalah komunitas biologi yang didominasi oleh pepohonan tanaman keras.
Menurut data terbaru dari University of Maryland yang dirilis di Global Forest Watch, 2017 merupakan tahun kedua terburuk dalam berkurangnya luas tutupan hutan dunia jika dilihat dari tahun 2001. Laporan dari yang dirilis pada Selasa (26/6) itu menunjukkan berkurangnya luas tutupan hutan tropis di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, masih menjadi masalah besar.  Berkurangnya luas tutupan hutan bukan hanya disebabkan oleh deforestasi (penggundulan hutan) yang dilakukan oleh manusia, tapi bisa juga terjadi karena faktor penyebab alami, seperti misalnya kebakaran hutan ataupun badai.
Dalam beberapa tahun belakangan, World Research Institute (WRI) mencatat telah terjadi peningkatan angka kebakaran hutan dan badai akibat perubahan iklim yang menyebabkan kerusakan hutan. Data dari Global Forest Watch menunjukkan bahwa angka kehilangan tutupan hutan di Indonesia pada 2017 telah berkurang cukup drastis dari tahun 2016 dan merupakan rekor terendah sejak tahun 2014.
Pada 2016, Indonesia mengalami pengurangan luas tutup hutan hingga 2,42 juta hektar, terbesar sejak tahun 2001. Sementara pada 2017, angka tersebut berkurang menjadi 1,30 juta hektar.Di Indonesia, Riau masih memimpin sebagai wilayah yang mengalami pengurangan luas terbesar sejak tahun 2001 hingga 2017, disusul oleh Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Jambi, dan Kalimantan Selatan. Salah satu hal yang berkontribusi terhadap penurunan angka kehilangan luas tutupan hutan di Indonesia adalah karena di tahun ini juga terjadi pengurangan angka kebakaran hutan. Dalam konferensi Pers Evaluasi Bencana 2017 dan Prediksi Bencana 2018 pada Februari lalu, BNPB mengatakan telah terjadi penurunan kasus kebakaran hutan dari 178 kasus di tahun 2016 menjadi 96 kasus di tahun 2017.
Dari permasalahan tentang kehutanan yang ada, maka untuk menyelesaikan permasalahan di Indonesia tersebut diperlukan landasan dasar yang berlandasan Undang-Undang Republik Indonesa. Berikut beberapa undang-undang mengenai kehutanan di Indonesia.


UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 1999 TENTANG KEHUTANAN

Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan :
1.  Kehutanan adalah sistem pengurusan yang bersangkut paut dengan hutan, kawasan hutan,   dan hasil hutan yang diselenggarakan secara terpadu.
2.  Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan.
3.  Kawasan hutan adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh Pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap.
4.  Hutan negara adalah hutan yang berada pada tanah yang tidak dibebani hak atas tanah.
5.  Hutan hak adalah hutan yang berada pada tanah yang dibebani hak atas tanah.
6.  Hutan adat adalah hutan negara yang berada dalam wilayah masyarakat hukum adat.
7.  Hutan produksi adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok memproduksi hasil hutan. Selengkapnya Klik Disini

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18  TAHUN 2013 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PERUSAKAN HUTAN
Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:
1. Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa  hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam komunitas alam lingkungannya yang tidak dapat dipisahkan antara yang satu dan yang lainnya.
2. Kawasan hutan adalah wilayah tertentu yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap.
3. Perusakan hutan adalah proses, cara, atau perbuatan merusak hutan melalui kegiatan pembalakan liar, penggunaan kawasan hutan tanpa izin atau penggunaan izin yang bertentangan dengan maksud dan tujuan pemberian izin di dalam kawasan hutan yang telah ditetapkan, yang telah ditunjuk, ataupun yang sedang diproses penetapannya oleh Pemerintah.
4. Pembalakan liar adalah semua kegiatan pemanfaatan hasil hutan kayu secara tidak sah yang terorganisasi.
5. Penggunaan kawasan hutan secara tidak sah adalah kegiatan terorganisasi yang dilakukan di dalam kawasan hutan untuk perkebunan dan/atau pertambangan tanpa izin Menteri.
6. Terorganisasi adalah kegiatan yang dilakukan oleh suatu kelompok yang terstruktur, yang terdiri atas 2 (dua) orang atau lebih, dan yang bertindak secara bersama-sama pada waktu tertentu dengan tujuan melakukan perusakan hutan, tidak termasuk kelompok masyarakat yang tinggal di dalam atau di sekitar kawasan hutan yang melakukan perladangan tradisional dan/atau melakukan penebangan kayu untuk keperluan sendiri dan tidak untuk tujuan komersial.
7. Pencegahan perusakan hutan adalah segala upaya yang dilakukan untuk menghilangkan kesempatan terjadinya perusakan hutan. Selengkapnya Klik Disini


UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 1990 TENTANG KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM HAYATI DAN EKOSISTEMNYA
Dalam Undang-undang ini yang dimaksudkan dengan:
1.Sumber daya alam hayati adalah unsur-unsur hayati di alam yang terdiri dari sumber daya alam nabati (tumbuhan) dan sumber daya alam hewani (satwa) yang bersama dengan unsur non hayati di sekitarnya secara keseluruhan membentuk ekosistem.
2.Konservasi sumber daya alam hayati adalah pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya.
3.Ekosistem sumber daya alam hayati adalah sistem hubungan timbal balik antara unsur dalam alam, baik hayati maupun non hayati yang saling tergantung dan pengaruh mempengaruhi.
4.Tumbuhan adalah semua jenis sumber daya alam nabati, baik yang hidup di darat maupun di air.
5.Satwa adalah semua jenis sumber daya alam hewaniyang hidup di darat, dan atau di air, dan atau di udara.
6.Tumbuhan liar adalah tumbuhan yang hidup di alam bebas dan atau dipelihara, yang masih mempunyai kemurnian jenisnya.
7. Satwa liar adalah semua binatang yang hidup di darat, dan atau di air, dan atau di udara yang masih mempunyai sifat-sifat liar, baik yang hidup bebas maupun yang dipelihara oleh manusia.Selengkapnya Klik Disini

   
PERATURAN PEMERINTAH TAHUN 2016
1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Penyelenggaraan Kajian Lingkungan Hidup Strategis | Buka Disini
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Ekosistem Gambut  | Buka Disini 

PERATURAN PEMERINTAH TAHUN 2015  
1. Peraturan Pemerintah Nomor 104 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Perubahan Peruntukan Dan Fungsi Kawasan Hutan | Buka Disini
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 105 Tahun 2015 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2010 Tentang Penggunaan Kawasan Hutan | Buka Disini 
3. Peraturan Pemerintah Nomor 108 Tahun 2015 Tentang Perubahan PP No 28 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam Dan Kawasan Pelestarian Alam | Buka Disini

PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN LAINNYA YANG BERKAITAN DENGAN KEHUTANAN
PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.32l/Menlhk-Setjen/2OI5 TENTANG HUTAN HAK
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:
1. Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisisumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Selengkapnya Klik Disini